Wagub Ajak GKII Perkuat Sinergi Bangun Masyarakat Harmonis hingga Wilayah Perbatasan

Minggu, 24 Mei 2026 09:03

KALTARAVIRAL.COM-Penguatan pelayanan gereja dan pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi perhatian dalam Konferensi Wilayah Ke-4 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kalimantan Utara (Kaltara) yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., di Gedung GKII Jemaat Siloam Tarakan, Rabu (20/5) malam.

‎Dalam sambutannya, Wagub Ingkong mengapresiasi kontribusi GKII yang dinilai tidak hanya berperan dalam pembinaan iman, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat.

‎“GKII tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman jemaat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, rukun dan berdaya saing,” kata Ingkong.

‎Ingkong turut menyampaikan selamat kepada jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) GKII yang terpilih dalam Konferensi Nasional GKII Tahun 2026 di Makassar.

‎Ia berpesan kepada kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi pelayanan mulai dari tingkat pusat hingga jemaat, termasuk menjangkau wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara.

‎“Saya berharap para pemimpin yang telah dipercaya mampu membangun sinergi yang baik antara pusat, wilayah, daerah hingga jemaat,” ujarnya.

‎Ingkong menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pembangunan mental dan spiritual masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga keagamaan.

‎Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran GKII terus menjaga kekompakan, memperkuat pelayanan, serta membangun keluarga Kristen yang kuat sebagai fondasi terciptanya masyarakat harmonis.

‎“Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta membangun Kaltara yang maju, damai dan sejahtera,” jelasnya.

‎Menutup sambutannya, Ingkong mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam setiap perbedaan pandangan demi memperkuat persatuan dan pelayanan gereja. (adv/tyo)

Berita Terkait