KALTARA VIRAL – Bupati Malinau Wempi W Mawa bersama sang istri Maylenty Wempi mendapat kehormatan khusus dari manajemen Taman Mini Indonesia Indah. Mereka diundang secara resmi untuk menghadiri gelaran Parade Tari Nusantara ke 41 di Jakarta.
Undangan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Pelaksana Tugas Operation Director TMII I Gusti Putu Ngurah Sedana. Pihak manajemen mengapresiasi partisipasi pemerintah daerah dalam melestarikan seni budaya lewat tradisi parade tari ini.
Menanggapi hal tersebut Wempi menyatakan komitmennya untuk hadir langsung di Gedung Sasono Langen Budoyo pada Minggu (30/11/2025). Ia menilai ajang ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Wempi menganggap partisipasi Malinau bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan seni dari keberagaman suku di Malinau kepada publik nasional.
“Parade Tari Nusantara adalah ruang penting bagi kita untuk menunjukkan wajah budaya Kalimantan Utara. Malinau memiliki kekayaan seni yang lahir dari keberagaman suku,” ujar Wempi, Jumat (28/11/2025).
Panggung Nasional
Parade Tari Nusantara dikenal sebagai acara prestisius yang mempertemukan seniman terbaik dari seluruh provinsi. Setiap daerah akan menampilkan karya tari khas yang telah melewati proses kurasi ketat.
Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan penuh terhadap pelestarian seni budaya. Pemerintah ingin memastikan bahwa budaya lokal mampu tampil sejajar dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
Pihak TMII berharap kehadiran para pejabat daerah dapat memperkuat posisi acara ini sebagai ruang ekspresi yang inklusif. Malinau ingin menegaskan diri sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman seni budaya.
Cinta Seni Tradisi
Pemerintah daerah terus memberikan dorongan terhadap perkembangan seni sebagai modal sosial masyarakat. Wempi menekankan pentingnya regenerasi agar warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.
Ia ingin memastikan generasi penerus memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. Partisipasi ini diharapkan memicu semangat anak muda untuk terus berkarya di jalur seni tradisi.
“Melalui partisipasi ini, kita ingin memastikan generasi muda tetap mencintai seni tradisi, dan bahwa budaya lokal bisa tampil sejajar dengan budaya daerah lain di panggung nasional,” sambungnya.





